Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambutnya
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!
=====================
hanya renungan disaat hujan turun
@ Pojok Office :)
Senin, 29 November 2010
Tuhan itu ada
Selasa, 16 November 2010
Para Hamba Selalu Membutuhkan Hidayah
Ibnul Qoyyim mengatakan Setiap hamba membutuhkan hidayah pada setiap waktu dan kesempatan, dalam setiap perkara yang hendak dikerjakan atau ditinggalkannya.
Masing-masing hamba tak akan lepas dari salah satu kondisi berikut:
Pertama : Kondisi yang berbagai amalan yang ia lakukan tidak sebagaimana mestinya, lantaran jahalah (ketidaktahuannya). Kala itu, ia membutuhkan hidayah dari Allah, berupa terbukanya pintu ilmu.
Kedua: Kondisi yang ia telah mengenal hidayah, namun ia melakukan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya dengan sengaja. la membutuhkan hidayah untuk dapat bertaubat.
Ketiga : Kondisi yang ia tidak mengenal hidayah secara ‘ilmiyah ataupun amaliyah. Sehingga ia kehilangan hidayah, baik berupa ilmu pengetahuan maupun keinginan mendapati dan mengamalkannya.
Keempat: Kondisi yang ia telah mendapat hidayah, namun hanya mampu mengamalkan sebagian dari satu amalan menurut petunjuk, sementara sebagian yang lain tidak. Orang seperti itu membutuhkan hidayah untuk dapat melakukannya secara sempurna.
Kelima: Kadangkala seseorang mampu melakukan sesuatu amalan menurut bingkai dasarnya, namun belum mampu mengamalkannya secara rinci. Orang tersebut membutuhkan hidayah yang bisa membimbingnya untuk mengamalkannya secara rinci.
Keenam: Kadangkala seseorang telah mendapat suatu hidayah, namuni ia masih membutuhkan hidayah lain dalam penerapannya. Karena hidayah menuju satu jalan berbeda dengan hidayah dalam meniti jalan tersebut. Bisa kita contohkan, seperti seseorang yang telah mengenal jalan ke negeri si anu, yaitu melalui jalan ini dan itu. Namun ia tak mampu menempuhnya dengan baik. Karena untuk menempuhnya dibutuhkan hidayah lain yang lebih khusus. Misalnya, seperti perjalanan yang harus dilakukan di waktu-waktu tertentu dan menghindari perjalanan pada waktu-waktu tertentu, dia harus mengambil perbekalan air di tempat ini dan itu dengan jumlah tertentu, beristirahat juga di tempat ini atau itu. ltulah yang dimaksud hidayah dalam penerapan satu amalan. Kerapkali orang yang telah mengenal satu jalan tidak mempedulikan hal itu, akhirnya ia celaka dan tidak sampai pada tujuannya.
Ketujuh: Seseorang juga membutuhkan hidayah dalam satu amalan yang akan dilakukan, untuk masa- masa mendatang, sebagaimana petunjuk/hidayah yang telah ia peroleh di masa lampau.
Kedelapan: Kadang-kadang seseorang tidak memiliki keyakinan sama sekali pada suatu amalan, apakah itu benar atau salah Ia membutuhkan hidayah untuk mengetahui kebenarannya.
Kesembilan: Kadang seseorang yakin bahwa dirinya berada di atas kebenaran, padahal ia dalam kesesatan sementara dirinya tidak merasa. Maka orang itu membutuhkan hidayah untuk beralih dari keyakinan yang salah itu dengan bimbingan Allah.
KesepuLuh: Terkadang seseorang dapat melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk, namun ia membutuhkan hidayah untuk dapat membimbing orang lain menuju hidayah itu, mengarahkan dan dan menasehatinya. Apabila ia melalaikan hal itu, berarti ia telah kehilangan satu hidayah sebatas kelalaiannya.
Sabtu, 23 Oktober 2010
Sabar sabar sabar .........
Apa sich sebenarnya sabar itu? kelebihannya? caranya? Yang perlu diketahui tentang sabar yaitu akhlak dalam Islam. Kalau definisi sabar yang dijelaskan dalam perseptif Al-Qur’an, seperti dibawah ini;
1. Sabar sebagai penolong
Jadikanlah sabar dan shalat itu sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS. 2:45)
2. Sabar adalah cara untuk bahagia
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
3. Meminta dari Allah
Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdo’a:”Ya Tuhan kami, berikanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang
kafir”. (QS. 2:250)
4. Sabar untuk elak tipu muslihat
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka
kerjakan. (QS. 3:120)
5. Supaya Allah semakin sayang
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama dengan mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3:146)
6. Urusan atau tindakan yang paling utama
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. 3:186)
7. Saluran untuk mendapat keampunan dan pahala yang besar
Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shaleh; mereka itu memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. 11:11)
Masih banyak lagi ayat-ayat yang menyebut berkenaan dengan sabar. Imam Al_ghazali berkata kalimat sabar ada 70 tempat dalam Al-Qur an dan Ibnu Qayyim kata ada 90 tempat.
Sumber: berbagai sumber
@ Pojoxnya Office
Sabtu, 16 Oktober 2010
Kisah Istri Kecanduan Chatting
Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…
Jumat, 15 Oktober 2010
Manfaatkan Waktumu seperti Ulama Terdahulu ...
Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Berikut sekelumit potret kehidupan para ulama dalam memaksimalkan waktu untuk amal-amal ketaatan.
Ibnu Mas’ud
Beliau salah seorang sahabat yang mulia, beliau pernah berkata, “Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah”
Mana Air matamu wahai kawan ???
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan Muslim [1031]).
Kamis, 14 Oktober 2010
Penghapus Dosa
Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan pelajaran amat bagus tentang apa saja amalan yang bisa menghapuskan dosa. Penjelasan tersebut begitu ringkas dan sederhana yang semoga dapat menyentuh hati kita sehingga tidak terus berlarut dalam kubangan dosa. Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, Dosa dapat terhapus dengan beberapa hal yaitu:
Pertama: Taubat.
Kedua: Istighfar yang tidak tercakup dalam taubat. Sesungguhnya Allah mengampuni dan mengijabahi do’a hamba-Nya walaupun ia hanya beristihfar tanpa menyertakan taubat di dalamnya. Namun jika taubat disertai dengan istighfar, maka itu lebih sempurna.
Ketiga: Amalan sholih yang menghapuskan dosa. Amalan yang lebih bermanfaat adalah amalan yang sifatnya umum maupun khusus (dalam menghapuskan suatu dosa). ... Pengampunan dosa di sini diperoleh jika seseorang mengikutkan kejelekan dengan kebaikan. Yang dimaksud hasanaat (kebaikan) adalah sesuatu yang dianjurkan oleh Allah melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa perbuatan, akhlaq dan sifat.
Keempat: Musibah sebagai penghapus dosa. Musibah adalah segala sesuatu yang terasa menyakitkan berupa rasa gelisah, sedih dan rasa sakit yang menimpa harta, kehormatan, jasad atau yang lainnya. Namun musibah ini datang bukan atas kehendak hamba.[1]
Semoga jadi pelajaran berharga.
www.rumaysho.com
Senin, 11 Oktober 2010
Cantik
Jumat, 08 Oktober 2010
Allah Murka Ketika dibuka Tutupan-Nya
Selasa, 05 Oktober 2010
Kepada Lelaki
Kepada lelaki,
keindahan perempuan bukanlah sekedar dari kesempurnaan fisik belaka, ada hati yang lebih elok yang perlu kau tahu. Suatu keegoisan , bila hanya menuntut kesempurnaan wajah dan fisik, tak aka ada kenyamanan hati yang tentram . Cobalah lihat keelokan hati wanita tanpa kecantikan fisik dan wajahpun, kenyamanan dan ketentraman hatimu tentunya akan kau raih.
Kepada lelaki,
Disaat perempuanmu, kesempurnaan fisiknya harus hilang dari sebuah kanker yang menggerogoti kecantikannya, apakah segala rasa yang kau miliki kepadanya masih lengkap…?
Mungkin hanya dari keikhlasan dan ketulusan saja rasa itu masih terpatri, mungkin pula rasa itu akan bertambah, hanya dengan dua kata itu cinta sejati akan terbukti dari perjanjian hati yang pernah kau ikrarkan dulu kepada perempuanmu.
Kepada lelaki,
Jangan kau pandang hanya dengan belas kasihan wajah perempuanmu yang sayu dan kuyu, jangan kau pandang tanpa cinta badannya yang kurus kering, bila kanker menyerang dan menggerotinya, pandangalah dengan cinta yang pernah hadir untuknya, karena ujiannya ujianmu , deritanya deritamu, sakitnya sakitmu.
Kepada lelaki,
Hanya dengan cintamulah, semangat perempuanmu tumbuh, bila ada dalam sakit menderita dari ujian-NYA, hanya dengan kasih sayangmulah kekuatan hidupnya akan tegar, hanya dengan senyuman-mulah, kepulihan kesehatannya akan pulih kembali.
Kepada lelaki,
Kemuliaan hatimulah yang dibutuhkan oleh perempuanmu disaat kanker itu menggerogoti. Kesadaran dan kesabaranmulah yang akan membawa cinta kasihmu bertambah untuknya.
Sebuah catatan penyemangat kepada dua lelaki sahabatku, yang sedang diuji oleh Allah dari penyakit kanker yang diderita sang istri.
sumber : FB temen RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
Senin, 04 Oktober 2010
Tanggung jawab dong .....
Pernahkan anda pada suatu hari didatangi rekan kantor kemudian menyerahkan tugas yang bukan tanggung jawab anda. anda diminta menyelesaikan dengan berbagai alasan yang tidak logis. ??? ..............
Renungan ini yang ingin saya bahas pada kesempatan kali ini, yaitu renungan tentang tanggung jawab yang sudah mulai langka di negri ini.
Tanggung jawab sudah mulai langka, begitu banyak orang melalaikan tanggung jawab yang telah diberikan padanya. Bukan hanya dalam pekerjaan, dalam kehidupan bermasyarakat sikap bertanggung jawab pun termasuk langka. Kepedulian terhadap komunitas lemah. Mayoritas warga membiarkan segelintir orang mengerjakan hal-hal untuk kepentingan komunitas. Rasa kebersamaan semakin menipis. Masing-masing menikmati dirinya sendiri; warga hanya memberi secuil perhatian kepada sesama warga. Yang sering bisa dilakukan hanyalah menyumbang sejumlah uang; tidak mau repot untuk urusan kepentingan orang lain. Sikap individualis betul-betul telah menggerogoti kehidupan bermasyarakat.
Yang mencemaskan adalah bahwa di institusi-institusi terhormat sekalipun, rasa tanggung jawab hampir dapat dikatakan tidak ada. Dari mass media baik itu koran, tv, radio, internet, atau sarana lain bisa dilihat bagaimana para politisi menunjukkan sikap yang mengindikasikan lemahnya nilai itu; terdengar kasus korupsi yang melibatkan para pejabat publik; tanggung jawab terhadap publik semakin tipis sekalipun slogan demi-untuk-rakyat digemakan
Anehnya sosok-sosok yang mempertontonkan sikap tidak bertanggung jawab ini memiliki pendidikan yang relatif tinggi. Banyak yang bergelar S-1- terlepas dari apakah gelar itu yang diraih dengan belajar sungguh-sungguh atau dibeli. Pendidikan memang tidak selalu menghasilkan pribadi-pribadi yang bertanggungjawab. Tidak selalu ada relasi yang berbanding lurus antara pendidikan yang diterima dengan sikap bertanggung jawab. Semakin tinggi pendidikan seseorang tidak selalu berarti ia semakin bertanggung jawab. Yang sering terjadi justru sebaliknya; semakin tinggi pendidikannya semakin tidak bertanggung jawab orang tersebut.
Namun, ada juga orang yang berpendidikan rendah, tapi memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Sekalipun sulit, masih ditemukan sosok-sosok yang jujur dengan pendidikan minim. Masih ada yang mengerjakan pekerjaannya dengan tuntas dan benar. Masih ada yang hati-hati dan memikirkan untung rugi atas tindakan yang diambil; masih ada yang menyadari akibat dari tindakan bila tidak mengikuti aturan main.
Bekerja dengan sikap yang penuh tanggung jawab memang bukan karakter yang muncul dengan mudah. Nilai itu harus dilatih dan tidak sedikit godaan untuk bisa meraihnya, khususnya di dunia kerja yang didominasi falsafah Pragmatisme. Di dunia kerja, keuntungan menjadi ukuran keberhasilan, bukan proses. Etika yang baik semakin tersingkir sekalipun dipromosikan secara besar-bersaran dengan slogan seperti Fakta Integritas dan Kode Etik Bisnis. Jadi, tantangan untuk menjadi sosok yang bertanggung jawab bukanlah pilihan mudah di republik ini.
Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Sambil memohon kepada Allah Azza Wajalla agar diberikan kemudahan
Selasa, 28 September 2010
Renungan Tentang "Pengangguran"
Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan
menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal
pikiran mereka selalu melayangdayang tak tahu arah
Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa
kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam
keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana;
mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini,
hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami.
Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol.
Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa
mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada
terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan
diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak
tubuh dengan narkoba.
Sabtu, 18 September 2010
Kritikan itu Nikmat
Bismillahi Rohmaani Rohiim…
Segala Puji Bagi Allah SWT, Doa dan Salam ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dan rasul2-Nya dan kepada keluarga dan sahabat…
Allah swt adalah Maha Pemberi rezeki…
Acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal….
Apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset
dan salah….
Dalam hidup ini kamu akan menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit….
Dan jika itu terjadi…
Apakah kamu lalu bersedih…
Apakah kamu lalu menangis sehinggga tidur pun menjadi gerah…
Perlu diingat…
mereka, marah dan kesal kepada kamu karena…
Kamu lebih unggul…
Unggul dalam hal kebaikan…
Unggul dalam keilmuan…
Unggul akan harta…
Kamu di mata mereka adalah orang berdosa…
MEREKA AKAN PUAS…
Jika kamu melepaskan semua karunia dan nikmat Allah SWT…
Jika kamu meninggalkan semua sifat terpuji…
Jika kamu meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi prinsip kamu…
Jika kamu menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol…
Waspadalah terhadap apa yang mereka lakukan…
Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan mereka…
Kuatkan jiwa untuk mendengar cemoohan mereka…
Kuatkan jiwa untuk mendengar hinaan mereka…
Bersikaplah laksana batu cadas…
Tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran butiran salju…
Jangan terpengaruh atas kritikan, cemoohan dan hinaan…
Jika terpengaruh…
Kamu telah meluluskan keinginan mereka…
Dan kamu rela mencemarkan kehidupanmu…
Trus bagaimana caranya agar tidak terpengaruh…???
Respon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik…
Acuhkan saja mereka…
Dan jangan pernah merasa tertekan…
Pada hakekatnya kritikan itu merupakan ungkapan penghormatan untuk Anda…
INGATLAH…
Semakin tinggi derajat dan posisi kamu…
Maka akan semakin pedas pula kritikan itu…
Komentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang
diperintahkan Allah..
Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu
(QS. Ali ‘Imran: 119)
Bahkan..
Kamu juga dapat ‘menyumpal’ mulut mereka agar diam seribu bahasa..
Bagaimana caranya…???
Memperbaiki akhlak dan meluruskan setiap kesalahan kamu…
La haula wala Quwwata illa billah.
Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah
Wassalam
Jangan campuri urusan orang lain
Dari Maimun bin Mihran diriwayatkan bahwa ia berkata: “ada seorang lelaki yang datang menemui Salman (Al-Farisi), lalu berkata kepadanya: “Berikan aku nasihat.” Beliau berkata: “Jangan banyak bicara.” Lelaki itu berkata: “Orang yang hidup di tengah manusia, mana bisa tidak berbicara?” Beliau menanggapi: “Kalaupun Anda hendak berbicara, berbicaralah yang benar, atau diam.” Lelaki itu berkata lagi: “Tolong tambahkan yang lain.” Beliau berkata: “Jangan suka marah.” Lelaki itu berkomentar: “Terkadang terjadi pada diriku, apa yang aku tidak bisa menahan diri.” Beliau berkata menanggapi: “Kalau begitu, bila engkau marah, jaga lidah dan tanganmu.” “Tambahkan lagi.’ Lelaki itu meminta. Beliau berkata: “Jangan campuri urusan orang lain. ” Lelaki itu menjawab: “Orang yang hidup bersama orang banyak, tidak mungkin tidak mencampuri urusan orang lain. “Beliau berkata: “Kalau engkau harus mencampuri urusan orang lain, katakan perkataan yang benar, dan tunaikanlah amanah kepada yang berhak. (Shifatush Shafwah I:549)
Jumat, 17 September 2010
Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab
Berikut ini sebagian kiat yang bisa dilakukan untuk mempercepat penguasaan kaidah bahasa Arab. Kami menuliskannya berdasarkan pengalaman kami sendiri mengajar bahasa Arab dan membaca kitab sejak beberapa tahun lamanya -walhamdulillah-:
- Hendaknya kita mengikhlaskan niat dalam belajar untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah dan membekali diri dengan ilmu agar bisa beramal saleh. Karena amal tidak akan diterima tanpa niat dan cara yang benar. Sementara niat dan cara yang benar tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu imam Bukhari rahimahullah membuat sebuah bab dalam Kitabul Ilmi di kitab sahih Bukhari yang berjudul ‘Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan’. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu…” (QS. Muhammad: 19). Selain itu hendaknya kita berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat.
- Sebelum lebih jauh mempelajari kaidah bahasa Arab maka sudah semestinya kita mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan hukum-hukum tajwid agar tidak salah dalam membaca atau mengucapkan. Padahal, salah baca atau salah ucap akan menimbulkan perbedaan makna bahkan memutarbalikkan fakta. Suatu kata yang seharusnya berkedudukan sebagai pelaku berubah menjadi objek dan seterusnya. Tentu saja hal ini -membaca dengan benar serta mengikuti kaidah- tidak bisa disepelekan.
Rahasia dibalik Kata Haya' (Malu)
Pembaca mulia, kata “malu” dalam bahasa Arab adalah اَلْحَيَاءُ /al-hayaa’/. Kata ini, merupakan derivat dari kata اَلْحَيَاةُ /al-hayaah/, yang artinya adalah “kehidupan”. Selain اَلْحَيَاءُ, contoh derivat lain kata اَلْحَيَاةُ adalah حَيَا /hayaa/, yang artinya “hujan”. Apa kaitan antara hujan dan kehidupan? Kaitannya adalah bahwa hujan merupakan sumber kehidupan bagi bumi, tanaman, dan hewan ternak.
Dalam bahasa Arab, al-hayaah “kehidupan” mencakup kehidupan dunia dan akhirat.
Lalu, kembali ke pokok bahasan utama, apa kaitan al-hayaa’ “malu” dengan al-hayaah “kehidupan”?
Senin, 02 Agustus 2010
Renungan tentang si kecil
Siang itu matahari bersinar dengan teriknya disebuah toko benang disaat'ku sedang termenung datanglah s'orang bocah yang berpenampilan serba lusuh sambil bertelajang dada..seraya ia menatapku dengan kedua matanya yang tajam...seakan penuh harap ia tak berkata kata sepatah katapun' ia hanya terdiam seribu bahasa kucoba menatap wajahnya yang penuh harap dan bocah itu seraya menyerahkan kemejanya yang lusuh,yang ia bawa ditangannya dan seraya meminta to pasangkan kancing kemejanya yang t'lah terlepas...dengan rasa iba' aku meraih kemeja itu dan memberikan kancing pada kemejanya itu sejenak hatiku merasa resah dan bertanya tanya mengapa..anak sekecil ini harus berkelahi dengan waktu..hanya untuk sesuap nasi,haruskah jari jarinya yang lemah itu terkepal to pecahkan karang kehidupan yang keras' Ya Allah Ya Robbi harus seperti inikah generasi penerus bangsa negeri ini kau biarkan berikan sedikit belas kasihanmu to para penerus bangsa ini Ya Allah...berikanlah belas kasihanmu untuk bocah ini.
Senin, 12 Juli 2010
Antara Ibu dan Kekasihmu
Ibumu akan mencintaimu dan membiarkanmu melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, memberi masukan dan semangat serta berusaha membimbingmu menjadi anak baik.
Kekasihmu akan mencintaimu, tapi takkan membiarkanmu untuk melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, cenderung akan mengatur hidupmu, dan bila kau berusaha menolak, dia akan marah.
Ibumu akan terus mencintaimu walau kau jauh darinya, bahkan ketika kau telah tiada.
Kekasihmu akan berkurang cintanya, bahkan habis ketika kau jauh, apalagi ketika kau telah tiada.
Ibumu akan menerimamu dengan tangan terbuka walau kau telah menyakiti hatinya yang terdalam.
Kekasihmu juga akan menerimamu, tapi sebelum itu, kau harus berlaku manis.
Ibumu takkan pernah menuntut apapun darimu walau ia telah mencintaimu sejak kau dilahirkan.
Kekasihmu yang baru saja mencintaimu akan menuntut balasan dari rasa cintanya.
Ibumu akan meberimu ruang sebesar mungkin untuk berbagi cinta kepada temanmu, orang di sekitarmu, bahkan kekasihmu.
Kekasihmu cenderung tak memberimu kesempatan untuk membagi cinta walaupun kau tak bermaksud selingkuh, karena ia akan selalu menganggapmu selingkuh.
Ibumu akan benar-benar memberimu cinta yang paling tulus dan ikhlas di muka bumi ini.
Kekasihmu? Tidak!!
"Never trust woman except she's your family"...terdengar pahit, tapi itulah kenyataannya...
pada saatnya nanti kita semua membutuhkan kedua cinta tersebut dalam takaran cinta masing-masing, karena tanpa kedua cinta tersebut, hidup akan terasa hampa...
Selasa, 06 Juli 2010
Surat cinta untukku dan dirimu .......
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Jumat, 02 April 2010
Bahasa Arab Riwayatmu Kini..........
Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).